Kau rasa, ia masih di antara kalian.Ternyata
telah berlalu.
Maka, kau harus siap digiring ke dalam
lubang.
Sebab, sedari awal ia tak butuh kepastian
Yang penting hanya rindu
Kalian duduk berhadapan tak saling pandang
Timur dan barat jadi arah yang kalian tuju.
Teh hangatnya mulai dingin dan
Susu cokelatmu sudah menyusut
Ia terlihat bingung, jemari tangannya
memilih mengetuk-ngetuk
meja ketimbang kembali memulai percakapan
“jika ia tak menikahimu, aku siap”
Ucapnya yang buatmu merasa canggung
Dan berharap pertemuan ini tak pernah
terjadi
Tak pernah ada selamanya
Meski
Ia selalu hadir untukmu
Bagaimana ketika ia buatmu tertawa
di waktu yang tepat
dan menepi di saat yang pasti
Mungkin, kau kurang mengingat
Bagaimana kalian bertemu dan berpisah
Itu sebabnya kau masih merasa di antara
kalian
Saat ini, yang penting baginya hanya
jawaban kerinduan
(bukan kepastian)