Tahun masehi sudah
menginjak ke angka 2015, teknologi di segala bidang terus berkembang. Ilmu pengetahuan
berjalan beriringan mendampingi teknologi yang sering disingkat menjadi Iptek,
ilmu pengetahuan dan teknologi. Manusia sebagai
pelaku Iptek tak mau ketinggalan, mereka berkembang, budaya juga ikut
berkembang. Keduanya tak dapat dipisahkan meski saling berkaitan.
Trend pergaulan antar
manusia di tahun ini hasil menoleh dari tahun-tahun sebelumnya. Segala macam
hubungan itu juga ikut berkembang sesuai perkembangan Iptek tadi. Sebagai contoh,
konsep kode-kodean yang dapat kita jumpai pada hubungan pendekatan, pacaran
bahkan ke ranah perkawinan.
Suatu hari ada seorang
ibu yang memuji tas Prada di depan suaminya setelah melihat tas itu terpajang
di etalase sebuah toko. Sang suami hanya menegaskan apa yang diucapkan
isterinya sebagai suatu kebenaran bahwa memang tas Prada itu bagus. Si suami tak
memahami bahwa di balik ucapan “pah, tas Pradanya bagus, ya” terselip ucapan
lain sang isteri “pah, beliin mamah tas ini dong”
Sederhananya, kode
diartikan sebagai upaya menyampaikan keinginan dengan tidak melakukannya secara
terang-terangan kepada orang yang diharap mampu memenuhi keinginan tersebut
dengan konsekuensi hal itu agak susah dipahami.
Hal ini tak dapat
dihindari sebagai budaya yang diterapkan secara umum oleh peminatnya. Kode-kodean
yang berarti kode secara jamak, tak melulu identik dilakukan oleh perempuan. Sama
halnya seperti kasus nusyuz yang identik sebagai kedurhakaan isteri kepada suaminya,
padalah durhaka kepada pasangan bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk suami.
Untuk mengimbangi kode
yang telah diidentikkan dengan kaum hawa, kaum adam mengambil langkah yang
hampir serupa, yakni memilih modus. Modus yang biasa dilakukan oleh kaum adam
dalam upaya menjalin hubungan dengan lawan jenis bisa dianalogikan sebagai
upaya sambil menyelam minum air.
Modus yang sangat
gampang terendus adalah modus mengantar pulang, bisa pulang sekolah, kuliah,
kerja dan lainnya, asal jangan mengantar pulang ke Rahmatullah, hehehe.
Intinya, si pria
selain bisa mengantar gadis idamannya barang sesaat, ia juga bisa menambah
pengalamannya berkendara menaklukkan kejamnya jalan raya. Tapi modus tak melulu
diawali dari niat modus yang sungguh-sungguh dari dalam hati. Bisa jadi modus
itu dimulai dengan keberhasilan sang pria memahami kode dari sang gadis “duh,
angkotnya lama banget sih”
Begitu banyak kode dan
modus yang berkembang di kehidupan manusia sesuai kebutuhannya. Apapun itu,
baik kode maupun modus akan tetap ada selama Iptek terus berkembang.
Wassalam.