Minggu, 18 Oktober 2015

Kawin

1.1     Di minggu pagi itu, kau bangun siang setelah paginya solat subuh lalu tidur lagi. Kau bangun setelah perutmu keruyuk dan usai solat duha kau mendapat ide cemerlang.
1.2   Setelah mengenakan batik, celana dasar dan sepatu pantofel, kau siap berkunjung ke acara kawinan lalu makan sepuasnya tanpa memasukkan amplop ke kotak yang telah disediakan.
1.3        “mereka kawin senang-senang, tak perlu kesenangan (uang) lagi” katamu.
1.4        Dan tahukah kau perihal kawin? Yaitu kata kerja yang artinya menikah menurut KBBI
1.5     Maka, jika kau siap dan mampu, kawinlah dengan orang yang kau mau dan dia juga begitu. Seperti orang-orang terdahulu.
1.6     Dan tahukah kau kapan waktunya kawin? untuk melangsungkan perkawinan seseorang yang belum mencapai usia 21 (dua puluh satu) tahun harus mendapat izin kedua orang tua.[1]
1.7        Perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembiln belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai usia 16 (enam belas) tahun.[2] Dan anak-anak yang lahir dari rahim ibunya bukan disebabkan orang tua yang bersenag-senang, melainkan mereka ingin bersenang-senang dengan anaknya.


                [1] Pasal 6 ayat (2) UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan
                [2] Pasal 7 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan

Wisuda

1.1     Pagi buta itu aktivitas sudah dimulai, meski acara baru akan dimulai pukul delapan (bila sesuai jadwal).


1.2    Seorang anak yang masih mengantuk bertanya pada ibunya “mah, kenapa sih wisuda itu penting banget? kan cuma geser kucir”.


1.3   Si ibu yang baru saja selesai berhias akhirnya menjawab “ibu juga gak tau, yang pasti itu penting”.


1.4   Memang, yang nampak dari wisuda hanya perayaan, tapi sebelum itu ada kepayahan dan perjuangan.


1.5    Sudah kukatakan berulang kali, wisuda itu biasa-biasa saja; tiada yang istimewa. Hal terpenting adalah ilmu yang kau peroleh dan manfaatnya.

1.6 Dan orang-orang yang bersekolah lalu bekerja kemudian menikah dan punya anak adalah tanda-tanda bahwa hidup (di dunia) hanyalah perputaran posisi bagi mereka yang berfikir.

Istirahat di Malam Hari

1.1        Demi malam.
1.2        Apabila langit gelap ditemani bulan dan bintang.
1.3       Lampu-lampu di kamar tidur mulai diredupkan (dimatikan). Saat itulah waktunya untuk tidur, beristirahat di waktu malam.