Malam
jatuh ke bumi, meremangkan jalan-jalan. Ranum bulan tak segan menampakkan diri
dan kedinginan bersekutu sunyi. Tak ada lolongan anjing atau serigala. Desis
nyamuk di atas telinga lari terbirit, yang terdengar hanya nafas bayi. Bayi
manusia.
Sudah
dua bulan saya mengabdikan diri di tempat ini. Tempat yang menyimpan rekaman
pertumbuhan dan perkembangan anak manusia. Tempat yang bisa membuatmu tertawa
dalam tangis atau memilih tangis dalam tawa.
“bikinnya
mau, ngurusnya enggak. Bikin repot” keluh teman saya saat membersihkan seorang
bayi lelaki lalu memakaikannya popok. Saya membalas ucapan itu dengan senyum
ketika melintas di hadapnya untuk memandikan bayi lainnya.
Bersambung ....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar