Jumat, 13 Maret 2015

(PHP) Penerima Harapan Palsu



“aku ngerasa udah deket banget sama dia, kemana-mana jalan bedua, sampe udah dikenalin ke ortunya. Selang dua hari gak ada komunikasi, eh dia jadian sama yang lain. PHP banget, kan!”

Curhatan seorang kepada temannya di sebuah tempat makan yang tak sengaja terdengar oleh saya. Suasananya gerimis saat itu, dan wanita yang tadi bercerita kini sudah berdiri di tengah jalan. Ujan-ujanan. Atau menghujamkan diri dengan air hujan, entahlah. Hal yang menarik dari cerita perempuan itu adalah mengenai perkara PHP, akronim dari Pemberi Harapan Palsu. Begitulah arti yang umumnya diketahui orang banyak. 

Setelah pramusaji mengantarkan pesanan saya dan saya mulai memakannya, tiba-tiba saya mendapat pemahaman baru mengenai arti dari PHP, yaitu Penerima Harapan Palsu. 

Tak mungkin jika hanya si pria yang mendapat gelar PHP (Pemberi Harapan Palsu) setalah apa yang terjadi dengan si wanita. Di lain sisi, si wanita juga menikmati pemberian sang pria, kan? Saya pikir pemberi atau penerima memiliki porsinya masing-masing asal tidak mengambil porsi orang lain.
Eh iya, saya sedang makan. 
Mari makan….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar