“aku ngerasa
udah deket banget sama dia, kemana-mana jalan bedua, sampe udah dikenalin ke
ortunya. Selang dua hari gak ada komunikasi, eh dia jadian sama yang lain. PHP
banget, kan!”
Curhatan seorang
kepada temannya di sebuah tempat makan yang tak sengaja terdengar oleh saya. Suasananya
gerimis saat itu, dan wanita yang tadi bercerita kini sudah berdiri di tengah
jalan. Ujan-ujanan. Atau menghujamkan diri dengan air hujan, entahlah. Hal yang
menarik dari cerita perempuan itu adalah mengenai perkara PHP, akronim dari
Pemberi Harapan Palsu. Begitulah arti yang umumnya diketahui orang banyak.
Setelah pramusaji
mengantarkan pesanan saya dan saya mulai memakannya, tiba-tiba saya mendapat
pemahaman baru mengenai arti dari PHP, yaitu Penerima Harapan Palsu.
Tak mungkin
jika hanya si pria yang mendapat gelar PHP (Pemberi Harapan Palsu) setalah apa
yang terjadi dengan si wanita. Di lain sisi, si wanita juga menikmati pemberian
sang pria, kan? Saya pikir pemberi atau penerima memiliki porsinya
masing-masing asal tidak mengambil porsi orang lain.
Eh iya, saya
sedang makan.
Mari makan….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar