Rabu, 19 Februari 2014

TEROR KEBERSAMAAN




Jantungnya terus berpacu meski ia tak tahan lagi, kepalanya terasa pusing dan ingin mati saja. Otaknya berasa mau pecah, sama seperti cangkang telur, gelisah.  Ia lunglai sejak minggu lalu ketika membuka amplop yang tak tertera namanya, amplop itu tanpa surat, dan ia tau apa maksudnya.

Yang lain merasa terpanggang matahari, ia justru menghangatkan diri dari dinginnya sikap orang itu dan mulai mencium bau parfum yang itu-itu saja

“ah, dia lagi, dia lagi. Rasa-rasaanya aku ingin berpura mati jika ia menghapiri” ucapnya padaku

Kau tau, apabila orang itu menghampiri, ucapannya akan sangat mematikan, lidahnya adalah lidar ular, berbisa dan membuatmu tak tahan.

ia tak mau lagi menemui orang itu, menurutnya, ada harga yang harus dibayar dan harga dirinya tak serendah perlakuan orang itu terhadapnya dan terhadapmu juga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar