Jumat, 20 Desember 2013

Malam pukul 7



Malam itu sabtu pukul 7. Bumi dilanda tangis ringan dari langit yang tiba-tiba bergejolak menjadi hujan lebat. Hujan lebat itu berasal dari sumpah serapah seorang pilot yang sedang menerbangkan pesawat sarat penumpang untuk berlibur diakhir pekan. Ada penumpang kaya, miskin, pura-pura kaya, ingin miskin dan ingin bercanda juga ada, semuanya lengkap sembari menampilkan wajah tegang kepasrahan nyawa yang sedang digantungkan.

Sumpah itu tak sama dengan sumpah palapa yang menggoyahkan jawa, melainkan sumpah nestapa. “ujan kek gini ni yang diharapakan pengemis dan fakir cinta, hahahha” ucapan yang tak dicerna yang kemudian disampaikan kepada co-pilot disampingnya. “kamu bisa saja, mungkin ini doa dari pujangga yang terhimpit diantara hubungan orang yang dicinta” jawab co-pilot yang sama saja menjatuhkan petaka, kemudian mereka tertawa dan menangis.

Kuduga, ucapan itu adalah pengalihan isu beredarnya video mesum yang pilot perankan bersama pramugari. Itu hal biasa katanya. Dugaanku diperkuat re-tweet dari teman yang menyebarluaskannya begitu cepat dan bebas. Tapi ku pikir, ia bukan ariel, ia hanya pilot biasa yang suka wanita, meski ariel juga. Atau pabila bukan pengalihan isu, itu adalah ungkapan kekecewaan terhadap hubungan yang sedang ia rasakan. Mungkin tak bahagia, dipermainkan, hanya status, bisa saja.

Canda dan air mata jadi satu di kabin itu. Pilot tak mampu mendaratkan pesawat ke hati yang tepat. Mereka memutar arah, menjauh dari bandara agar bisa kembali diwaktu yang tepat, sayang waktu itu tak kunjung datang. Semua penumpang panik, terkecuali Marno, petani dari tanah antah berantah yang selalu tersenuym akibat bibir atas dan bawah tak dapat berpagut. Meski begitu, Marno adalah jawara bercumbu akibat bibir yang maju. Itu adalah ganjaran bagi siapa saja yang menyusu pada ibu hingga usia 17, padahal itu jatah sang ayah.

Kondisi kacau balau, rancu, tak ada kepastian. Komunikasi radio pesawat ke bandara tak ada tanggapan, bak hubungan yang tersindikasi zona pertemanan, padahal mereka dekat. Disaat pilot berupaya sekuat tenaga sisa adegan semalam, tiba-tiba sayap pesawat bagian kanan disenggol halilintar, semua hancur seketika mambuyarkan sumpah menghina para pencari cinta. 

Semua mati, tak berdaya. Ini sebenarnya sama dengan apa yang dirasa pencari cinta. Mereka sedang mencari, kau hina. Mereka diam, kau bully. Mereka mati, kelak kau yang dikubur!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar