Malam itu sabtu pukul 7. Bumi
dilanda tangis ringan dari langit yang tiba-tiba bergejolak menjadi hujan
lebat. Hujan lebat itu berasal dari sumpah serapah seorang pilot yang sedang
menerbangkan pesawat sarat penumpang untuk berlibur diakhir pekan. Ada penumpang
kaya, miskin, pura-pura kaya, ingin miskin dan ingin bercanda juga ada, semuanya
lengkap sembari menampilkan wajah tegang kepasrahan nyawa yang sedang
digantungkan.
Sumpah itu tak sama dengan sumpah
palapa yang menggoyahkan jawa, melainkan sumpah nestapa. “ujan kek gini ni yang
diharapakan pengemis dan fakir cinta, hahahha” ucapan yang tak dicerna yang
kemudian disampaikan kepada co-pilot disampingnya. “kamu bisa saja, mungkin ini
doa dari pujangga yang terhimpit diantara hubungan orang yang dicinta” jawab
co-pilot yang sama saja menjatuhkan petaka, kemudian mereka tertawa dan
menangis.
Kuduga, ucapan itu adalah
pengalihan isu beredarnya video mesum yang pilot perankan bersama pramugari. Itu
hal biasa katanya. Dugaanku diperkuat re-tweet dari teman yang
menyebarluaskannya begitu cepat dan bebas. Tapi ku pikir, ia bukan ariel, ia
hanya pilot biasa yang suka wanita, meski ariel juga. Atau pabila bukan
pengalihan isu, itu adalah ungkapan kekecewaan terhadap hubungan yang sedang ia
rasakan. Mungkin tak bahagia, dipermainkan, hanya status, bisa saja.
Canda dan air mata jadi satu di
kabin itu. Pilot tak mampu mendaratkan pesawat ke hati yang tepat. Mereka
memutar arah, menjauh dari bandara agar bisa kembali diwaktu yang tepat, sayang
waktu itu tak kunjung datang. Semua penumpang panik, terkecuali Marno, petani
dari tanah antah berantah yang selalu tersenuym akibat bibir atas dan bawah tak
dapat berpagut. Meski begitu, Marno adalah jawara bercumbu akibat bibir yang
maju. Itu adalah ganjaran bagi siapa saja yang menyusu pada ibu hingga usia 17,
padahal itu jatah sang ayah.
Kondisi kacau balau, rancu, tak
ada kepastian. Komunikasi radio pesawat ke bandara tak ada tanggapan, bak
hubungan yang tersindikasi zona pertemanan, padahal mereka dekat. Disaat pilot
berupaya sekuat tenaga sisa adegan semalam, tiba-tiba sayap pesawat bagian
kanan disenggol halilintar, semua hancur seketika mambuyarkan sumpah menghina
para pencari cinta.
Semua mati, tak berdaya. Ini sebenarnya sama dengan apa yang dirasa pencari cinta. Mereka sedang mencari, kau hina. Mereka diam, kau bully. Mereka mati, kelak kau yang dikubur!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar