Angel Story
Namaku
bayu, mahasiswa semester akhir yang sedang sibuk dan mumet menyusun skripsi.
Ya, skripsi. Hal yang membutuhkan
perhatian ekstra untuk mengerjakannya. Ia begitu menuntut perhatian, perhatian
yang lebih. Lebih dari seorang pacar,
mantan, gebetan atau bahkan php-an.
Di
sela senggang, Bayu selalu menyempatkan waktu untuk mengerjakan skripsi dengan
berjudul “Pengaruh Film Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga dan Pencegahan
Perceraian”. Di kampus, di cafe dan tempat lainnya, Bayu selalu mencari spot
wifi untuk menambah materi tentang film dan hal-hal yang berkaitan dengan
keluarga. Maklum lah, pemanfaatan teknologi secara sempurna dan tak keluar
biaya, kesukaan para mahasiswa.
Seperti
saat ini, Bayu menikmati wifi di perpus kampus. Suasana tenang dan nyaman,
mungkin bisa mendongkrak semangatnya mengerjakan skripsi. Apalagi, ada gadis
cantik di hadapnya. Rambut gadis itu berponi dan diikat, membuatnya terpikat
pada pandangan pertama dalam hubungan tak terikat.
Sesekali
mencuri pandang, terkadang melempar senyuman bahkan beradu tatapan. Sungguh
takkan Bayu siakan. Namun, gadis itu tak lama di hadapnya. Ia berlalu bagai
waktu. Dibuatnya Bayu hilang semangat, hilang rasa, seperti inikah cinta?
Sejak
dua bulan lalu, Bayu menyandang predikat jomblo. Hasil hilangnya pacar yang
ditikung teman. Bayu ditusuk dari belakang. Tapi percayalah, yang ditusuk itu
hanyalah sate, bukan teman atau sahabat yang sedang pedekate.
Setelah
mencoba move-on dengan yang lain,
Bayu kembali mendapat gelar php. Penerima Harapan Palsu, entah apa itu
istilahnya. Bayu tak mau menyalahkan, hanya saja sulit untuk diterima ketika
kepercayaan telah diabaikan dan menikmati kesendirian yang tak diharapkan.
Hati
dan rasanya kering bagai padang pasir. Dan, gadis itu bagaikan malaikat cantik
yang membawakannya minuman menyegarkan, dan hilanglah dahaga Bayu akan
perhatian dan penantian.
Diperjalanan
menuju rumah, Bayu bagai butiran debu yang tak tau arah pulang. Arah tanpa
cahaya mengerjar cita dan cinta di dunia fana ini. Jantungnya berhenti
mendadak, ketika Bayu melihat gadis pujaannya itu hendak tertabrak saat
menyebrang jalan. Bayu panik.! Bayu hampiri sebrang jalan, namun tak ditemui
sosok yang ia cari selama ini.
Bayu
pasrah dalam tengadah menghamba. Senja hari itu mengawalnya pulang, menemaninya
dalam lelah serta mimpi dimalam hari.
Hari
berikutnya, sepulang bimbingan skripsi. Bayu mampir ke cafe favorit tempatnya
menyendiri ditengah keramaian jiwa tanpa arti. Secangkir capucino sore
menemaninya menyeruput keindahan awan yang dilukis Tuhan. Dan lagi, dari
kejauhan ia melihat gadis yang selalu ia damba berjalan dihadapnya.
Bayu
penasaran, jangtungnya kembali berpacu dalam melodi merangkai diksi. Bayu keluar untuk mengejar.
Bayu telusuri jalan sekitar, namun tak ia jumpai gadis itu. Bayu rasa, gadis
itu sedang mencarinya juga. Ya, rasa Bayu akan menemuinya.
Di
jalan pulang, Bayu dihadang beberapa pemuda yang menyeramkan. Bertato, mulut
berasap, dan tangan mengepal kaleng lem merek terkenal. Ia rasa, mereka adalah
seniman bagi dirinya sendiri. Mereka tak memperbolehkan Bayu lewat, sebelum
memberinya “jatah”.
Bayu
serahkan semua yang ia punya, kecuali nyawa dan keperjakaan. Tapi apalah daya,
ia hanya pemuda yang sedang hilang arah tanpa cahaya. Mereka tetap mencoba
merebutnya, merebut Bayu dari Tuhannya. Perut Bayu ditusuk dengan pisau
berkarat dan tinggal pergi di lorong gang yang sepi.
Pikirnya
akan mati. Namun gadis pujaan itu datang menghampiri. Pertolongan pertama
perempuan pun datang. Ia merangkul Bayu, menggenggam erat tangannya serta
melempar senyuman sembari mencabut nyawa Bayu pergi dari raga yang tak begitu
suci.
ending kematian lg :" Mngkn krn yg psti d dunia ini cuma 'kematian' yaa
BalasHapusah gak juga :P
BalasHapus