Selasa, 10 Desember 2013

Angel Story

Angel Story

Namaku bayu, mahasiswa semester akhir yang sedang sibuk dan mumet menyusun skripsi. Ya, skripsi. Hal  yang membutuhkan perhatian ekstra untuk mengerjakannya. Ia begitu menuntut perhatian, perhatian yang lebih. Lebih dari  seorang pacar, mantan, gebetan atau bahkan php-an.

Di sela senggang, Bayu selalu menyempatkan waktu untuk mengerjakan skripsi dengan berjudul “Pengaruh Film Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga dan Pencegahan Perceraian”. Di kampus, di cafe dan tempat lainnya, Bayu selalu mencari spot wifi untuk menambah materi tentang film dan hal-hal yang berkaitan dengan keluarga. Maklum lah, pemanfaatan teknologi secara sempurna dan tak keluar biaya, kesukaan para mahasiswa.

Seperti saat ini, Bayu menikmati wifi di perpus kampus. Suasana tenang dan nyaman, mungkin bisa mendongkrak semangatnya mengerjakan skripsi. Apalagi, ada gadis cantik di hadapnya. Rambut gadis itu berponi dan diikat, membuatnya terpikat pada pandangan pertama dalam hubungan tak terikat.

Sesekali mencuri pandang, terkadang melempar senyuman bahkan beradu tatapan. Sungguh takkan Bayu siakan. Namun, gadis itu tak lama di hadapnya. Ia berlalu bagai waktu. Dibuatnya Bayu hilang semangat, hilang rasa, seperti inikah cinta?

Sejak dua bulan lalu, Bayu menyandang predikat jomblo. Hasil hilangnya pacar yang ditikung teman. Bayu ditusuk dari belakang. Tapi percayalah, yang ditusuk itu hanyalah sate, bukan teman atau sahabat yang sedang pedekate.

Setelah mencoba move-on dengan yang lain, Bayu kembali mendapat gelar php. Penerima Harapan Palsu, entah apa itu istilahnya. Bayu tak mau menyalahkan, hanya saja sulit untuk diterima ketika kepercayaan telah diabaikan dan menikmati kesendirian yang tak diharapkan.

Hati dan rasanya kering bagai padang pasir. Dan, gadis itu bagaikan malaikat cantik yang membawakannya minuman menyegarkan, dan hilanglah dahaga Bayu akan perhatian dan penantian.

Diperjalanan menuju rumah, Bayu bagai butiran debu yang tak tau arah pulang. Arah tanpa cahaya mengerjar cita dan cinta di dunia fana ini. Jantungnya berhenti mendadak, ketika Bayu melihat gadis pujaannya itu hendak tertabrak saat menyebrang jalan. Bayu panik.! Bayu hampiri sebrang jalan, namun tak ditemui sosok yang ia cari selama ini.

Bayu pasrah dalam tengadah menghamba. Senja hari itu mengawalnya pulang, menemaninya dalam lelah serta mimpi dimalam hari.

Hari berikutnya, sepulang bimbingan skripsi. Bayu mampir ke cafe favorit tempatnya menyendiri ditengah keramaian jiwa tanpa arti. Secangkir capucino sore menemaninya menyeruput keindahan awan yang dilukis Tuhan. Dan lagi, dari kejauhan ia melihat gadis yang selalu ia damba berjalan dihadapnya.

Bayu penasaran, jangtungnya kembali berpacu dalam melodi merangkai diksi. Bayu keluar untuk mengejar. Bayu telusuri jalan sekitar, namun tak ia jumpai gadis itu. Bayu rasa, gadis itu sedang mencarinya juga. Ya, rasa Bayu akan menemuinya.
Di jalan pulang, Bayu dihadang beberapa pemuda yang menyeramkan. Bertato, mulut berasap, dan tangan mengepal kaleng lem merek terkenal. Ia rasa, mereka adalah seniman bagi dirinya sendiri. Mereka tak memperbolehkan Bayu lewat, sebelum memberinya “jatah”.

Bayu serahkan semua yang ia punya, kecuali nyawa dan keperjakaan. Tapi apalah daya, ia hanya pemuda yang sedang hilang arah tanpa cahaya. Mereka tetap mencoba merebutnya, merebut Bayu dari Tuhannya. Perut Bayu ditusuk dengan pisau berkarat dan tinggal pergi di lorong gang yang sepi.


Pikirnya akan mati. Namun gadis pujaan itu datang menghampiri. Pertolongan pertama perempuan pun datang. Ia merangkul Bayu, menggenggam erat tangannya serta melempar senyuman sembari mencabut nyawa Bayu pergi dari raga yang tak begitu suci. 

2 komentar: